Minggu, 04 Mei 2014

JANGAN PERNAH LELAH BERBUAT BAIK

JANGAN PERNAH LELAH BERBUAT BAIK

Hidup baik di tengah orang jahat sering menjengkelkan dan melelahkan. Kita yang berusaha baik malah “rekasa”, mereka yang rusak-rusakan malah gemuk-gemuk dan nyaman. Itulah yang menggoda perasaan pemazmur. Mereka cemburu kepada pembual-pembual dan melihat “kemujuran orang-orang fasik sebab seolah-olah kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka” 

Pemasmur merefleksikan kegundahan dan kelelahan jiwa banyak orang dan bahkan keputus-asaan mereka untuk tetap memelihara kehidupan yang baik. Masihkah ada gunanya hidup baik, kalau yang nakal malah sejahtera? “Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah”, kata pemazmur dengan lelah dan putus asa.


Namun sikap itu dicabut kembali tatkala pemazmur boleh menyaksikan babak akhir dari pergumulan berat itu, yaitu bahwa kemakmuran orang fasik adalah sementara dan semu. Ketika pemazmur “masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan” yaitu ketika mereka boleh menyelam dan memasuki pengalaman-pengalaman yang lebih mendalam bersama Allah, maka terkuaklah rahasia yang menutupi kehidupan. Bahkan pemazmur sampai kepada kesimpulan betapa bersyukurnya hidup dalam lindungan Tuhan. Dengan sukacita dan syukur ia bersaksi “Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi”

Menjaga kesucian dan kehidupan yang baik dan bersih di tengah-tengah masyarakat yang tidak bersih memang sering berat dan melelahkan. Banyak orang tidak tahan dan menyerah. Jangan kita merasa lelah jika kita boleh menjadi anak-anak Tuhan dengan panggilan kebaikan dan kebenaran. Jangan pernah menjadi lelah untuk berbuat baik dan benar. Menjadi lelahlah dan resahlah kalau kita berada dalam ketidak-benaran. (Mzm. 73 : 1 – 20)

SALAM TAC, tetap semangat dan penuh gairah didalam Tuhan




1 komentar: